Senin, 06 Oktober 2014

HALF.

"Berapa lama kita sudah mengenal?"
"Berapa kali kamu ucapkan 'selamat ulangtahun' untukku?"


aku tidak pernah menyangka kalau yg dulu kita hanya bisa bercanda kecil sekarang kamu adalah hiburan terbesarku disaat aku lelah dengan semua yang ada di dunia.
kamu tau? ini semua murni tanpa saringan,kamu bukan pelawak yang sering  muncul di televisi seperti biasa,kamu istimewa walaupun terkadang kamu yang membuat saya tertawa keras tp kamu juga pernah membuat saya menangis sedih,tp pernah bukan sering.

caramu yang mungkin tidak menyakitkan, kamu membuatku seakan berjalan seiring bukan digiring,dan itu adalah kamu,iya kamu yang sekarang ada.
aku bahagia! iya sangat bahagia walaupun terkadang masa lalu kita yang masih membayangi tapi kamu acuhkan itu.
dan aku wanita yg sangat bahagia karena disaat wanita lain menangis didepan org lain karena orang yang disayangnya,aku adalah wanita yang menangis depan org yang menyayangiku karena orang lain.  
dan dunia harus tau,kalau saat ini aku adalah wanita yang paling beruntung.




"you're my favorite hello and hardest my goodbye"
-pac

Minggu, 28 September 2014

My First is You

Pertamaku, adalah kamu
Aku tidak menyangka akan begini jadinya


Dan kamu dengan caramu, membuatku perlahan membuka
Jendela jendela hati yang rapuh dan sudah lapuk mungkin
Aku, susah jatuh cinta. Iya, aku akui.
Termasuk kamu, seseorang yang tak pernah kusangka untuk ku jatuh cintai

Aku dengan duniaku. Kamu dengan duniamu.
Duniaku hitam putih. Duniamu warna warni.
Lalu, kamu mengajakku untuk menyinggahi dunia penuh warna itu,
Mengajariku jatuh cinta, mengajariku cara mencintai, mengajariku berani untuk mengungkapkan cinta.
Katamu, "Meskipun dalam diam pun kita tau saling mencinta, tapi ucapkanlah, ungkapkanlah, agar tak ada keragu raguan"
Dan selalunya, kamu mengajariku berkata cinta :)

Hingga aku jadi begini, menjadi begitu ulung mencintaimu
Pelan pelan kamu menjadikanku, seseorang yang terlihat mempesona, ya, mungkin untukmu saja.
Sekarang, akupun lebih bisa menghargai diriku sendiri, karena kamu selalu mengingatkanku
Bahwa aku punya senyum, yang selalu kamu rindukan


Entahlah,
Soal pujian, kamu juaranya. Mungkin kamu hanya membohongiku. Mungkin.
Tapi bagaimana? Kamu selalu berhasil membuatku percaya. Mempercayai semua yang kamu ucapkan.
Bahkan, teori yang sering kau bantah itu, aku juga percaya, percaya dengan ideologi yang kamu cipta sendiri.
Mungkin, jika kamu berkata bulan itu kotak, aku juga akan percaya.
Iya, aku, percaya kamu 

Mungkin dari cerita ceritaku yang sebelumnya
Ini tak bisa dibandingkan dengan apapun, hampir sempurna bahkan
Bukannya aku terlalu tergesah untuk menyimpulkan
Tapi sempurnaku, sederhana :')
Aku bahagia dan merasa damai

Bukannya aku tak mengejar apapun didunia
Dan bukannya memang semua orang mengejar bahagia, lalu kedamaian sampai akhir?

Kamu, pertamaku.
Semua yang kamu lakukan, tentu saja menjadi serba pertama
:)




"Memang, bukan aku yang pertama, karena yang pertama adalah kamu"

Hari ini si perindu ulung


“Sudah merindukanku?”
“Aku rindu..”


Seperti tau kapan saatnya tepat datang, kamupun iya.
Aku yang lebih senang mendengarmu yang tak berjanji, nampaknya, dialog kita lama sekali tertundanya
Lamanya itu, apa bisa terangkumkan semua dialognya?


“Berapa waktu yang kau punya untukku?”
“Apa? Kamu terlihat seperti anak kecil yang ingin membeli waktu ayahnya agar bisa bermain.”
“Aku, serius.”


Nampaknya aku masih begitu kecil dimatamu,
Aku sedang bertumbuh, mendewasa,
Tak menjadi gadis yang hanya bisa merengek minta kau temani
Dan aku serius tentang ini,

Kau tau, aku merindukan celah waktu, meski sedetik
Dan aku tau, akan ada yang terasa hilang nantinya,
Tatapan, dan mungkin beberapa dialog yang kau sembunyikan dariku

Menemuimu, sama halnya dengan memperpendek draft bagian cerita yang tertunda
Menemuikulah ketika hanya kau merasa rindu,
Karena disaat itu, aku akan merasa tidak sendiri
Setidaknya kita sama sama perindu
Bedanya mungkin aku, perindu ulung
Meski telah berusaha mengunci pintu, namun bagaimana bila rasa itu tak terbendung?

Disini, tidak ada penawar racun
Apalagi untuk seorang yang ulung merindu seperti ini,
Semoga melihatmu sebentar bisa menjadi penawarnya sedikit
Dan entah pertemuan mana yang akan kita temui,
Dan dipertemuan mana kita bisa bercanda tanpa canggung yang kemudian rutin menyapa,

“Kapan kita ketemu?”

Senin, 11 Agustus 2014

Us.


When your birthday passed and I didn't call.
And I think about summer, all the beautiful times,
I watched you laughing from the passenger side.
Realized I loved you in the fall.



I miss your tanned skin, your sweet smile,
So good to me, so right
And how you held me in your arms that September night
The first time you ever saw me cry.

Maybe this is wishful thinking,
Probably mindless dreaming,
But if we loved again, I swear I'd love you right.

I'd go back in time and change it but I can't.
So if the chain is on your door I understand.


Selasa, 05 Agustus 2014

DAN AKHIRNYA.


pernahkah dalam suatu masa, kau temui dirimu sendiri dalam sosok yang berbeda?
hingga tak peduli bagaimana kau ingin memalsukan dirimu, kau yakin akan terkuak juga
pernahkah dalam suatu masa, kau temui seseorang bersenandung lagu yang sama?
dan ia mainkan semua irama yang selama ini adalah temanmu menikmati senja
pernahkah dalam suatu masa, kau temui dia yang menutup mata dan tersenyum dibawah rintik hujan yang sama?
dan tanpa kau sadari kau telah memutar jam di dinding itu begitu cepat, cepat hingga tak terkejar lagi
sepekan bagai selamanya
selamanya bagai nyata
masih perlukah kita bertanya
jika kita telah membuat jawaban
apa yang aku cari
apa yang kamu cari

Sabtu, 12 Juli 2014

When Saturday Come


thats your long steps, and i run to catch
the way you laugh, a dimple shows to match
the scent of your coffee and those silly hums
cant help this boy, i want to take you home


your clever chat, and your peaceful hugs

when you wake up in the morning,
when you a fall sleep
cant help this boy, yes i fall for you


cause dear your presence is a bliss

and its saturday, when i’m on your list
so blow the clouds, feel the summer breeze
cause its saturday, when you’re on my list.



and when saturday comes...
I imagine. You and i. We’re maybe in our 40s or 50s. It’s raining outside. We are dancing with this song. And you, still love to tease me, just like usual. We laugh together. Then you whisper to me; “we still got it, don’t we?”
And i smile.

Rabu, 09 Juli 2014

July of you.


Tuan, berteduhlah di naungan Juli ku, nanti kutiupkan angin lautku bersama hujan di sore hari setelah batara surya puas memamerkan teriknya.
Tuan, jangan kau mengeluh jika panas seperti kau mengeluh saat hujan turun. Taukah kau? Alam sedang melakukan perannya.
Tuan, cobalah. Setiap bibirmu berniat mengeluarkan keluhnya untuk tiap peluh yang menetes, coba kau hitung setiap nikmat yang kau terima lalu bandingkan dengan kebaikan yang kau beri dalam sehari. Nanti kau akan malu sendiri.
Cobalah bersyukur. Bukankah Tuhan berjanji akan Ia lipatkan bahagia pada mereka yang bersyukur. Percayakah kau?
Jika kau tak percaya, Tuan, taukah saat itu panas terik, lalu hujan lebat. Tapi aku nikmati saja. 
Saat itu, Tuhanku melihatnya. 
Lalu Ia tunaikan janji Nya.
Taukah kau Tuan?
Ia beriku kebahagiaan yang lain sebagai ganti kesabaranku menembus panas dan hujan. 
Dia hadirkan kau, Tuan. Untuk menemani ku di tiap panas terik dan hujan lebat.
Maka berteduhlah bersamaku. Nikmatilah bersamaku. 
Bersyukurlah, karena aku bersyukur bertemu denganmu.
Di panas, maupun hujan.
Bersyukurlah.


 sebuah penggalan dari Menjelang Petang, cerita pendek yang tak pernah selesai.