Aku menyayangimu,Selayaknya kamu, menyayangikuAkan ku buat samaAgar tidak terberati salah satunyaSemua hal sudah dimengertiMungkin hanya impian impian kecil ini yang masih tertinggalAda dongeng dongengku yang bisa kau visualkanAda senandungku yang belum genap nada nadanyaImpian kecil, langkah yang sedang kita jalani sendiri sendiriSuatu hari, kita pasti akan bertemu di titik itu.Titik dimana aku dan kamu berada di hari penuh senyuman menyejukkan, aku dan kamuDimana kita bisa melepas lelah sejenak setelah berjalan cukup jauh meninggiSejengkal dari bulan, selangkah dari bintangAku percaya titik itu ada, hari itu akan datang.Aku percaya, aku meyakini, aku mengusahakan, aku mendoakanDan kamu, tentu saja :)
Minggu, 07 Februari 2016
Titik Temu
Senin, 01 Februari 2016
Surat Cinta-ku
Tulisan
ini adalah perantara antara aku,kau dan Tuhan
Bahwa
ku sampaikan ribuan maaf
Karena
kau adalah satu dari ribuan dosa yang telah ku buat
Dan
kau adalah kambing hitam,dan aku bukanlah gembala
Hingga
kau tersesat,lalu jatuh pada gembala lain
Aku
bukanlah orang-orang dengan mawar dan jaguar
Aku
hanyalah seorang bajingan
Namun kau
seperti hari-hari pada musim semi
Selalu
membawa kehangatan disetiap hembusan anginnya
Menuntun
nurani melalui getirnya malam
Melewati
buih-buih embun pada halimun pagi
Kasih,tak
ada lagi yang bisa kuberikan
Tak
lebih dari sekedar ini
Dan
janganlah kau tersesat dari kawanan
Hingga
kau jatuh pada gembala lainnya “lagi”
Dan
semoga kau suka buah anggur di musim hujan
Maka
kita akan bertemu lagi untuk kesekian kalinya,kasih.
-Cinta
Buah anggur,29-01-2016
Kamis, 03 Desember 2015
Memilih Diam
Sejenak, aku berfikir itu kau. Yang ku doakan diam-diam, yang kutanya-tanyakan bagaimanamu setiap hari. Terkadang aku benci satu hal dariku. Tentang diriku yang sering menduga-duga, bertanya-tanya, berprasangka-prasangka. Kali ini, barangkali dugaanku benar. Bahwa yang biru itu bukan awan, tetapi langit. Yang biru itu bukan gunung, tetapi fatamorgananya.Lalu, jika aku mengungkapnya seperti katamu apa tidak apa-apa? Aku hanya tidak yakin akan baik-baik saja. Diamku ini yang terbaik kan?Setelahnya, biarlah rasa-rasa itu terbang ke udara bersama riuhnya mereka. Kurasa itu lebih baik, daripada berusaha untuk berada didalam keramaian itu. Biarlah mereka saja riuh, Aku disini, memilih diam.
Selasa, 17 November 2015
Menutup Aurat
"Sudah 20 tahun,apa saja yang sudah kamu lakukan selama 20tahunmu ini?"
Diakhir tahun 2014 yang membuat kepalaku berfikir,untuk apa dan untuk siapa aku harus berubah?
tak pernah terpikiran sebelumnya olehku sebelumnya,Okay! ini usia mudaku,aku ingin tampil fashion dan aku ingin mengotak-atik mahkotaku,aku ingin memakai baju yang layaknya semua orang melihat ke arahku... seketika....
Di senja itu,adzan berukumandang,seperti biasa aku menjalankan ibadah sebagai muslimah,entah mengapa seusai sholat aku melihat kitab suci agamaku yang mulai sering aku abaikan hingga sedikit berdebu,jujur saja aku tak terlalu mahir membaca ayat-ayat quran,bisa dibilang aku kurang lancar,aku hanya membaca terjemahannya,ketika aku membaca dan terus membaca dan aku mulai memikirkan orangtuaku,terutama ayahku,
Dari malam itu aku putuskan untuk belajar mengaji,sedikit demi sedikit aku meluangkan waktu untuk belajar membaca kitab suci ku,dan sampailah aku pada surat yang seakan-akan ada yang menepuk bahuku untuk mulai terus membaca sampai aku mengerti apa yg Allah sampaikan...
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ
يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا (59)
Allah memerintahkan Nabi Nya supaya seluruh kaum muslimat terutama istri-istri Nabi sendiri dan putri-putrinya agar mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Jilbab itu ialah sejenis baju kurung yang lapang, yang dapat menutup kepala, muka dan dada. Yang demikian itu supaya mereka mudah dikenal dengan pakaiannya, karena pakaiannya berbeda dengan jariyah-jariyah (budak-budak wanita), agar mereka tidak diganggu oleh orang-orang yang menyalahgunakan kesempatan
Dan aku mulai mengeluarkan air mata,selama 20tahun umurku yang atau mungkin hanya sampai sini sesuai kehendakNya kenapa aku selalu tidak memikirkan ini. beberapa surat tentang Menutup Aurat. aku baca sampai putuskan untuk menutup auratku.
Agak sulit memang disaat aku menutup aurat tidak banyak yang berbicara tentangku dan perihal sifatku yang tidak seperti wanita anggun,ucapanku dikala itupun tidak seperti wanita muslimah yang menjaga mulutnya,aku sedang proses dan terus belajar tentang ini,caraku menjaga tubuhku,dan caraku menjaga sifat,orang lain pun berkata tentang menutup aurat,mereka bilang "yang berhijab belum tentu baik,yang berhijab cuma menutup aurat akan tetapi hati busuk" banyak celotehan wanita bahkan pria disana,dan aku hanya bisa tersenyum.dan slalu berkata dalam hati "memang hijabku belum baik,maka tegurlah aku jika aku salah,karna hanya kalianlah yang tahu jika hijabku ini buruk,karna aku berhijab bukan untuk kalian,tapi karna Allah"
Untuk kalian wanita muslimah yang merasa badan cantikmu belum ditutup,bacalah kitab suci kita agar kalian tau seberapa penting menutup aurat mulai detik ini.
Senin, 06 Oktober 2014
HALF.
"Berapa lama kita sudah mengenal?"
"Berapa kali kamu ucapkan 'selamat ulangtahun' untukku?"
aku tidak pernah menyangka kalau yg dulu kita hanya bisa bercanda kecil sekarang kamu adalah hiburan terbesarku disaat aku lelah dengan semua yang ada di dunia.
kamu tau? ini semua murni tanpa saringan,kamu bukan pelawak yang sering muncul di televisi seperti biasa,kamu istimewa walaupun terkadang kamu yang membuat saya tertawa keras tp kamu juga pernah membuat saya menangis sedih,tp pernah bukan sering.
caramu yang mungkin tidak menyakitkan, kamu membuatku seakan berjalan seiring bukan digiring,dan itu adalah kamu,iya kamu yang sekarang ada.
aku bahagia! iya sangat bahagia walaupun terkadang masa lalu kita yang masih membayangi tapi kamu acuhkan itu.
dan aku wanita yg sangat bahagia karena disaat wanita lain menangis didepan org lain karena orang yang disayangnya,aku adalah wanita yang menangis depan org yang menyayangiku karena orang lain.
dan dunia harus tau,kalau saat ini aku adalah wanita yang paling beruntung.
"you're my favorite hello and hardest my goodbye"
-pac
Minggu, 28 September 2014
My First is You
Pertamaku, adalah kamu
Aku tidak menyangka akan begini jadinya
Dan kamu dengan caramu, membuatku perlahan membuka
Jendela jendela hati yang rapuh dan sudah lapuk mungkin
Aku, susah jatuh cinta. Iya, aku akui.
Termasuk kamu, seseorang yang tak pernah kusangka untuk ku jatuh cintai
Aku dengan duniaku. Kamu dengan duniamu.
Duniaku hitam putih. Duniamu warna warni.
Lalu, kamu mengajakku untuk menyinggahi dunia penuh warna itu,
Mengajariku jatuh cinta, mengajariku cara mencintai, mengajariku berani untuk mengungkapkan cinta.
Katamu, "Meskipun dalam diam pun kita tau saling mencinta, tapi ucapkanlah, ungkapkanlah, agar tak ada keragu raguan"
Dan selalunya, kamu mengajariku berkata cinta :)
Hingga aku jadi begini, menjadi begitu ulung mencintaimu
Pelan pelan kamu menjadikanku, seseorang yang terlihat mempesona, ya, mungkin untukmu saja.
Sekarang, akupun lebih bisa menghargai diriku sendiri, karena kamu selalu mengingatkanku
Bahwa aku punya senyum, yang selalu kamu rindukan
Entahlah,
Soal pujian, kamu juaranya. Mungkin kamu hanya membohongiku. Mungkin.
Tapi bagaimana? Kamu selalu berhasil membuatku percaya. Mempercayai semua yang kamu ucapkan.
Bahkan, teori yang sering kau bantah itu, aku juga percaya, percaya dengan ideologi yang kamu cipta sendiri.
Mungkin, jika kamu berkata bulan itu kotak, aku juga akan percaya.
Iya, aku, percaya kamu
Mungkin dari cerita ceritaku yang sebelumnya
Ini tak bisa dibandingkan dengan apapun, hampir sempurna bahkan
Bukannya aku terlalu tergesah untuk menyimpulkan
Tapi sempurnaku, sederhana :')
Aku bahagia dan merasa damai
Bukannya aku tak mengejar apapun didunia
Dan bukannya memang semua orang mengejar bahagia, lalu kedamaian sampai akhir?
Kamu, pertamaku.
Semua yang kamu lakukan, tentu saja menjadi serba pertama
:)
"Memang, bukan aku yang pertama, karena yang pertama adalah kamu"
Aku tidak menyangka akan begini jadinya
Dan kamu dengan caramu, membuatku perlahan membuka
Jendela jendela hati yang rapuh dan sudah lapuk mungkin
Aku, susah jatuh cinta. Iya, aku akui.
Termasuk kamu, seseorang yang tak pernah kusangka untuk ku jatuh cintai
Aku dengan duniaku. Kamu dengan duniamu.
Duniaku hitam putih. Duniamu warna warni.
Lalu, kamu mengajakku untuk menyinggahi dunia penuh warna itu,
Mengajariku jatuh cinta, mengajariku cara mencintai, mengajariku berani untuk mengungkapkan cinta.
Katamu, "Meskipun dalam diam pun kita tau saling mencinta, tapi ucapkanlah, ungkapkanlah, agar tak ada keragu raguan"
Dan selalunya, kamu mengajariku berkata cinta :)
Hingga aku jadi begini, menjadi begitu ulung mencintaimu
Pelan pelan kamu menjadikanku, seseorang yang terlihat mempesona, ya, mungkin untukmu saja.
Sekarang, akupun lebih bisa menghargai diriku sendiri, karena kamu selalu mengingatkanku
Bahwa aku punya senyum, yang selalu kamu rindukan
Entahlah,
Soal pujian, kamu juaranya. Mungkin kamu hanya membohongiku. Mungkin.
Tapi bagaimana? Kamu selalu berhasil membuatku percaya. Mempercayai semua yang kamu ucapkan.
Bahkan, teori yang sering kau bantah itu, aku juga percaya, percaya dengan ideologi yang kamu cipta sendiri.
Mungkin, jika kamu berkata bulan itu kotak, aku juga akan percaya.
Iya, aku, percaya kamu
Mungkin dari cerita ceritaku yang sebelumnya
Ini tak bisa dibandingkan dengan apapun, hampir sempurna bahkan
Bukannya aku terlalu tergesah untuk menyimpulkan
Tapi sempurnaku, sederhana :')
Aku bahagia dan merasa damai
Bukannya aku tak mengejar apapun didunia
Dan bukannya memang semua orang mengejar bahagia, lalu kedamaian sampai akhir?
Kamu, pertamaku.
Semua yang kamu lakukan, tentu saja menjadi serba pertama
:)
"Memang, bukan aku yang pertama, karena yang pertama adalah kamu"
Hari ini si perindu ulung
“Sudah merindukanku?”“Aku rindu..”
Seperti tau kapan saatnya tepat datang, kamupun iya.
Aku yang lebih senang mendengarmu yang tak berjanji, nampaknya, dialog kita lama sekali tertundanya
Lamanya itu, apa bisa terangkumkan semua dialognya?
“Berapa waktu yang kau punya untukku?”“Apa? Kamu terlihat seperti anak kecil yang ingin membeli waktu ayahnya agar bisa bermain.”“Aku, serius.”
Nampaknya aku masih begitu kecil dimatamu,
Aku sedang bertumbuh, mendewasa,
Tak menjadi gadis yang hanya bisa merengek minta kau temani
Dan aku serius tentang ini,
Kau tau, aku merindukan celah waktu, meski sedetik
Dan aku tau, akan ada yang terasa hilang nantinya,
Tatapan, dan mungkin beberapa dialog yang kau sembunyikan dariku
Menemuimu, sama halnya dengan memperpendek draft bagian cerita yang tertunda
Menemuikulah ketika hanya kau merasa rindu,
Karena disaat itu, aku akan merasa tidak sendiri
Setidaknya kita sama sama perindu
Bedanya mungkin aku, perindu ulung
Meski telah berusaha mengunci pintu, namun bagaimana bila rasa itu tak terbendung?
Disini, tidak ada penawar racun
Apalagi untuk seorang yang ulung merindu seperti ini,
Semoga melihatmu sebentar bisa menjadi penawarnya sedikit
Dan entah pertemuan mana yang akan kita temui,
Dan dipertemuan mana kita bisa bercanda tanpa canggung yang kemudian rutin menyapa,
“Kapan kita ketemu?”
Langganan:
Postingan (Atom)